Senin, 24 Juni 2019

Bunuh diri (bahasa Inggris: suicide; dalam budaya Jepang dikenal istilah harakiri), adalah tindakan mengakhiri hidup sendiri tanpa bantuan aktif orang lain. Secara istilah bunuh diri adalah suatu upaya yang disadari dan bertujuan untuk mengakhiri kehidupan, individu secara sadar dan berhasrat dan berupaya melaksanakan hasratnya untuk mati. Perilaku bunuh diri meliputi isyarat-isyarat, percobaan atau ancaman verbal, yang akan mengakibatkan kematian, luka atau menyakiti diri sendiri.
Dalam Islam, istilah bunuh diri sering disebut dengan intihar, yang berasal dari kata (nahara) yang berarti menyembelihnya. Imam al-Qurtubi mengartikan bunuh diri sebagai pembunuhan diri sendiri dengan sengaja karena gagal mencapai ambisi yang bersifat keduniaan atau keinginan akan kekayaan atau membunuh diri sendiri karena akan kekayaan atau membunuh diri sendiri karena perasaan marah atau putus asa.
Bunuh diri secara umum, adalah perilaku membunuh diri sendiri dengan intensi mati sebagai penyelesaian atas suatu masalah. Agar sebuah kematian bisa disebut bunuh diri, maka harus disertai adanya intensi untuk mati. Meskipun demikian, intensi bukanlah hal yang mudah ditentukan, karena intensi sangat variatif dan bisa mendahului, misalnya untuk mendapatkan perhatian, membalas dendam, mengakhiri sesuatu yang dipersepsikan sebagai penderitaan, atau untuk mengakhiri hidup.
Sosiolog Emile Durkheim memandang perilaku bunuh diri sebagai hasil dari hubungan individu dengan masyarakatnya, yang menekankan apakah individu terintegrasi dan teratur atau tidak dengan masyarakatnya. Berdasarkan hubungan tersebut, Durkheim membagi bunuh diri menjadi 4 tipe yaitu:
Egoistic Suicide. Bunuh diri akibat individu yang terisolasi dengan masyarakatnya, dimana individu mengalami underinvolvement dan underintegration. Individu menemukan bahwa sumber daya yang dimilikinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, dia lebih beresiko melakukan perilaku bunuh diri.
Altruistic Suicide. Bunuh diri akibat mengalami overinvolvement dan overintegration. Pada situasi demikian, hubungan yang menciptakan kesatuan antara individu dengan masyarakatnya begitu kuat sehingga mengakibatkan bunuh diri yang dilakukan demi kelompok. Identitas personal didapatkan dari identifikasi dengan kesejahteraan kelompok, dan individu menemukan makna hidupnya dari luar dirinya. Pada masyarakat yang sangat terintegrasi, bunuh diri demi kelompok dapat dipandang sebagai suatu tugas.
Anomic Suicide. Bunuh diri yang didasarkan pada bagaimana masyarakat mengatur anggotanya. Masyarakat membantu individu mengatur hasratnya (misalnya hasrat terhadap materi, aktivitas seksual, dll.). Ketika masyarakat gagal membantu mengatur individu karena perubahan yang radikal, kondisi anomie (tanpa hukum atau norma) akan terbentuk. Individu yang tiba-tiba masuk dalam situasi ini dan mempersepsikannya sebagai kekacauan dan tidak dapat ditolerir cenderung akan melakukan bunuh diri. Misalnya remaja yang tidak mengharapkan akan ditolak oleh kelompok teman sebayanya.
Fatalistic Suicide. Tipe bunuh diri ini merupakan kebalikan dari anomic suicide, dimana individu mendapat pengaturan yang berlebihan dari masayarakat. Misalnya ketika seseorang dipenjara atau menjadi budak.
Tipe bunuh diri yang dihasilkan dari prilaku yang mengarah kepada tindakan bunuh diri melahirkan metode-metode seseorang dalam melakukan bunuh diri. Terhadap metode seseorang melakukan tindakan bunuh diri kemudian memiliki beberapa istilah yang berbeda sesuai dengan alasan seseorang dalam melakukan bunuh diri diantaranya adalah:
Euthanasia, yaitu tindakan pencabutan kehidupan manusia dengan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal.
Murder–suicide, yaitu tindakan di mana individu membunuh satu atau lebih orang lain, sebelum atau pada waktu yang besamaan kemdian membunuh dirinya sendiri.
Suicide attack atau serangan bunuh diri, yaitu suatu serangan yang dilakukan oleh penyerangnya dengan maksud untuk membunuh orang (atau orang-orang) lain dan bermaksud untuk turut mati dalam proses serangannya.
Mass suicide, yaitu bunuh diri masal, atau usaha untuk mengakhiri hidup secara yang dilakukan secara bersama-sama.
Suicide pact, yaitu bunuh diri yang dilakukan oleh dua atau lebih individu dengan telah direncanakan dan telah disepakati sebelumnya. Ini dilakukan di tempat yang berbeda dengan adanya kesepakatan sebelumnya.
Defiance or protest, yaitu bunuh diri yang dilakukan sebagai tindakan pembangkangan atau protes politik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.
Dutiful suicide, yaitu tindakan yang dilakukan karena tindak kekerasan fatal di tangan diri sendiri dilakukan dengan keyakinan bahwa itu akan menimbulkan kebaikan yang lebih besar, daripada melarikan diri kondisi yang keras. Hal ini dilakukan untuk meringankan beberapa aib atau hukuman, atau ancaman kematian atau balas dendam pada keluarga atau reputasi seseorang.
Escape, yaitu bunuh diri yang dilakukan untuk meringankan situasi untuk hidup yang tak mampu untuk dijalaninya, beberapa orang menggunakan bunuh diri sebagai sarana untuk melarikan diri dari penderitaan.
Richman menyatakan ada dua fungsi dari metode bunuh diri. Fungsi pertama adalah sebagai sebuah cara untuk melaksanakan intensi mati. Fungsi kedua, bahwa metode bunuh diri memiliki makna khusus atau simbolisasi dari individu.
Tentang alasan seseorang melakukan bunuh diri menurut Husain Jauhar. bahwa tindakan bunuh diri bukanlah keberanian, karena seorang tidak akan mati oleh satu faktor, baik itu dekat maupun jauh. Apa yang dilakukan dari tindakan bunuh diri merupakan suatu ketakutan, sifat lemah dan hina.
Dari prilaku untuk melakukan bunuh diri hingga tindakan bunuh diri memerlukan suatu metode seseorang dalam melakukan aksi bunuh dirinya. Dari rangkaian inilah sebuah kesadaran di bangun dari faktor kognitif (berdasar kepada pengetahuan faktual yang empiris), afektif (mempengaruhi keadaan perasaan dan emosi) dan psikomotorik (berkaitan dng proses mental dan psikologi) yang kemudian menjadi penggerak seseorang untuk jadi atau tidaknya melakukan tindakan bunuh diri. Faktor kesadaran mendasari seseorang untuk mengakhiri hidupnya sendiri, hal ini di dukung oleh kebulatan tekat dari keputusan yang diambil untuk melakukan bunuh diri.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Wikipedia, Bunuh Diri, http://id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri. Michael Clinton, Mental Health and Nursing Practice, (Australia: Prentice Hall, 1996). Chaplin, J.P., Kamus Lengkap Psikologi, terj Dr. Kartini Kartono, Jakarta: Rajawali Pers. 2004). Ronald W. Maris, Alan L. Berman, Morton M. Silverman, Comprehensive Textbook Of Suicidology. (Belmont: Guilford Press. 2000). Ahmad al-Mursi Husain Jauhar, Maqashid Syariah, (Jakarta: Grafika Offfset, 2009).

Halusinasi Pendengaran

Halusinasi bisa saja terjadi terhadap kelima indera manusia. Tetapi hal yang sering mengalami halusinasi adalah halusinasi terhadap pendengaran. Halusinasi pendengaran ini umum terjadi pada siapa saja. Adapun penyebab halusinasi pendengaran adalah sebagai berikut ini. Tetapi beberapa penyebab halusinasi pendengaran ini juga bisa menjadi penyebab terhadap halusinasi pada indera yang lain.

Penyebab Halusinasi

Berikut ini adalah beberapa penyebab halusinasi pada seseorang.

1. Gangguan Mental

Halusinasi pada seseorang khususnya halusinasi pendengaran sangat umum terjadi terhadap penderita skizofrenia. Penyakit skizofrenia sendiri adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi, pikiran kacau dan mengalami perubahan perilaku. Kondisi ini biasanya berlangsung lama dan menyebabkan penderitanya sulit membedakan antara kenyataan dengan pikiran sendiri.
Selain penyakit skizofrenia, penyebab halusinasi bisa juga dari gangguan mental lainnya seperti gangguan bipolar, gangguan kepribadian ambang, depresi berat dan stres pasca trauma. Jika Anda memiliki riwayat gangguan mental dan mulai merasakan halusinasi jangan terlambat untuk berkonsultasi kepada dokter kepercayaan Anda.

2. Halusinasi pendengaran karena gangguan pada pendengaran

Seseorang yang mengalami halusinasi pendengaran bisa disebabkan pada indera pendengaran itu sendiri sedang dalam kondisi tidak normal. Orang yang mengalami halusinasi pendengaran karena gangguan pada indera pendengaran biasanya muncul suara aneh atau suara musik. Padahal seseorang disekitarnya tidak mendengarkan suara tersebut.
Salah satu tanda awal terhadap terjadinya halusinasi pendengaran adalah munculnya suara dengung pada telinga atau tinitus. Jika kedua hal itu terjadi pada telinga Anda bisa berisiko mengalami halusinasi pendengaran.

3. Halusinasi karena gangguan tidur

Jika Anda sering begadang dan kurang tidur, hati hati karena Anda bisa rentan mengalami halusinasi. Apalagi jika kurang tidur selama berhari hari dalam periode beberapa minggu atau cukup lama, halusinasi pendengaran bisa cepat menghantui Anda.
Disamping itu, seseorang yang mengalami gangguan tidur karena narkolepsi mungkin akan mengalami halusiansi ketika menjelang tidur atau ketika bangun tidur. Belum tahu apa itu narkolepsi ? Narkolepsi adalah gangguan pada sistem saraf terhadap aktivitas tidur.

4. Halusinasi karena mengonsumsi Alkohol dan Obat Terlarang

Meminum minuman yang mengandung alkohol tinggi seperti minuman keras, bir, sake, dll bisa menyebabkan pengonsumsinya mengalami halusinasi. Selain itu obat terlarang seperti ekstasi, LSD, dan kokain juga bisa menyebabkan halusinasi bagi para pengonsumsinya.
Umumnya para pengonsumsi minuman yang memabukkan akan mengalami halusinasi penglihatan, tetapi tak menutup kemungkinan juga bisa menyebabkan halusinasi pendengaran yang mana orang tersebut mendengar suara suara yang sebenarnya tidak ada.

5. Halusinasi karena Migrain

Migrain sering terjadi ketika seseorang mendapat tekanan pikiran karena pekerjaan, atau masalah yang datang bertubi tubi. Penyakit migrain ini bisa membuat perasaan seperti mendengar suara suara yang sesungguhnya tidak ada sama sekali. Selain itu, penderita migrain juga bisa mengalami halusinasi penglihatan karena seperti melihat objek tertentu yang padahal tidak ada. Perlu Anda ketahui bahwa gejala halusinasi awal ketika menjelang migrain ini biasa disebut dengan aura.

6. Menderita penyakit Alzheimer, Demensia dan Parkonsin

Penyakit penyakit degenratif seperti alzheimer, demensia, parkonsin dan jenis penyakit pikun lain, sangat rentan bagi penderitanya berhalusinasi mendengar sesuatu hal yang aneh. Bagi beberapa penderita, suara suara aneh tersebut sangat nyata dan terkadang diikuti oleh halusinasi penglihatan yang sangat meyakinkan.
Selain dari itu, halusinasi pendengaran bisa juga dialami oleh seseorang yang mengalami tumor otak. Terutama ketika tumor berada pada bagian otak yang berhubungan langsung dengan indera pendengaran.

7. Halusinasi karena Epilepsi

Penyakit epilepsi adalah suatu kondisi kejang kejang pada seseorang dan hal itu terjadi secara berulang ulang. Selain mengalami kejang kejang, seorang penderita epilepsi juga akan mengalami halusinasi pendengaran. Penderita epilepsi biasanya akan mendengar suara yang aneh, suara brisik, suara keras dan pada beberapa kasus ada yang mendengar suara lebih kompleks. Gangguan halusinasi ini bisa terjadi akibat pada bagian otak mengalami kerusakan.

8. Penyebab halusinasi yang lainnya

  • Demam tinggi yang menyebabkan delirium, yakni kondisi menurunnya kemampuan untuk memusatkan perhatian sehingga Anda menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tak mampu berpikir jernih.
  • Cacat indera pendengaran sejak lahir
  • Isolasi sosial pada lansia

Cara Mengatasi Halusinasi

Untuk mengobati penderita halusinasi harus tepat sesuai dengan penyebabnya. Jika seseorang mengalami halusinasi karena pengaruh obat obatan biasanya dokter akan mengambil langkah dengan menetralkan zat zat obat pada tubuh. Jika penyebab halusinasi karena hal yang lebih parah maka penanganannya pun berbeda. Karena itulah sangat penting untuk mendapat pemeriksaan dari dokter dalam mencari penyebab halusinasi sebelum menjalani pengobatan.
Halusinasi Pendengaran
Halusinasi Pendengaran
Jika Anda mengalami halusinasi pendengaran dan ingin menghilangkannya maka perlu segera ditangani apabila sering terjadi berulang ulang dan mengganggu aktivitas sehari – hari. Untuk mengatasi halusinasi pendengaran, seorang dokter bisa memberikan obat seperti antipsikotik dan psikoterapi. Semua tergantung dari penyebabnya juga.
Dalam upaya menghilangkan halusinasi yang Anda alami dan terjadi berulang kali, tidak bisa Anda lakukan sendiri. Dengan kata lain Anda membutuhkan bantuan dari dokter atau dari ahli kesehatan jiwa bahkan bisa meminta bantuan dari psikiater. Ceritakan semua kondisi yang Anda alami ketika mengalami halusinasi kepada salah satu ahli yang kemudian mereka akan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Tetapi dalam mengupayakan untuk menghilangkan halusinasi bisa juga dengan melakukan beberapa tips berikut ini.

1. Tidur yang Cukup

Seperti yang suda diuraikan diatas salah satu penyebab halusinasi adalah kurang tidur. Nah, untuk itu mulailah untuk tidur yang cukup supaya halusinasi tidak terjadi lagi. Tidur yang baik dalam sehari adalah 7-9 jam. Jika Anda adalah orang yang jadwal padat karena kerjaan, biasakan atur waktu sebaik mungkin supaya waktu tidur tidak terganggu.

2. Mengurangi Stress Berlebih

Stress bisa menjadi kan seseorang mengalami migrain. Nah, migrain ini sudah dijelaskan diatas bahwa bisa menjadi penyebab seseorang mengalami halusinasi khususnya halusinasi pendengaran. Untuk itu sangat penting untuk bagi Anda menghindari hal hal yang membuat stress berlebih, jika ada suatu masalah diskusi kan dengan orang terdekat suapaya diberi solusi.

3. Relaksasi

Relaksasi juga penting dalam mengatasi halusinasi. Cara ini bisa dibilang cukup efektif dalam meredakan tekanan pikiran yang memicu terjadinya halusinasi.

4. Menambah pergaulan atau teman

Dengan memiliki pergaulan yang lebih luas serta teman teman dilingkungan yang positif dapat menghindarkan Anda dari penyebab penyebab halusinasi.

5. Melakukan aktivitas fisik

Menghindari berdiam diri dengan senantiasa melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga dalam mendukung pengobatan dari halusinasi yang Anda alami. Aktivitas fisik bisa berupa berenang, jogging, bersih bersih rumah dan lain sebagainya.

6. Mengalihkan perhatian

Cara efektif dalam menghilangkan halusinasi adalah dengan mengalihkan perhatian kepada hal hal yang lebih menyenangkan dan bermanfaat. Seperti mendengarkan musik, melakukan hobi yang disenangi dan melakukan berbagai macam aktivitas lainnya.

Perbedaan Halusinasi dan Delusi

Lain halnya dengan delusi, Delusi adalah suatu keyakinan yang dipegang kuat oleh seseorang meskipun tanpa dasar realitas. Supaya Anda bisa lebih memahami apa itu delusi, akan saya berikan contohnya saja.
Delusi
Ilustrasi Delusi

Contoh Delusi

Seseorang yang apabila melihat orang berambut gondrong akan menganggap bahwa ia adalah pencuri, preman, perampok dan anggapan sebagainya. Sehingga apabila seorang yang menderita delusi akan merasa gelisah, khawatir dan takut jika berada didekat orang berambut gondrong tersebut. Padahal belum tentu ia adalah seorang perampok atau anggapan negatif lainnya. Nah ini juga berlaku terhadap seorang yang memakai cadar dan dianggap teroris, padahal belum tentu orang tersebut adalah teroris kan ?

Ilusi Optik

Gambar Ilusi Optik
Berapa jumlah kaki gajah pada gambar ?
Ilusi Optik adalah sebuah ketidak sempurnaan pengartian informasi oleh otak, atau informasi visual yang mampu menipu mata. Ilusi optik dapat menggunakan warna, cahaya dan pola untuk membuat gambar yang dapat menipu atau mengkacaukan otak. Informasi yang dikumpulkan oleh mata diproses oleh otak, menciptakan persepsi bahwa pada kenyataannya, tidak sesuai dengan gambar yang benar. Persepsi mengacu pada interpretasi dari apa yang ditangkap melalui mata. Ilusi optik terjadi karena otak berusaha untuk menafsirkan apa yang dilihat dan mencoba memahami kondisi nyata pada saat itu. Ilusi optik hanya menipu otak dengan mengakibatkan melihat hal-hal yang mungkin atau tidak nyata.

referensi 
 https://jagad.id/halusinasi/

Membuat Daftar Pustaka dengan Mudah Menggunakan Aplikasi Mendeley 

 

  1. Pastikan Artikel yang Ingin Direferensi Sudah Ada di Mendeley Desktop
    Dalam tutorial ini, saya akan menggunakan tiga referensi yang sudah ada di Mendeley Desktop saya, yaitu: Dynamic Difficulty Adjustment in Tower Defence, FactRunner: A New System for NLP-Based Information Extraction from Wikipedia, dan Worldwide Smartphone Forecast, 2017–2021
  2. Pastikan Microsoft Word Sudah Terinstall “MS Word Plugin” dari Mendeley Desktop
    Jika tulisan-nya masih “Install MS Word Plugin”, berarti Anda belum menginstall-nya. Klik tombol tersebut untuk meng-install.
    Jika Anda membuat Microsoft Word pada saat proses instalasi, akan keluar jendela peringatan. Anda diharuskan untuk menyimpan pekerjaan Anda di Microsoft Word dan menutup Microsoft Word.
    Setelah installasi berhasil, Akan terlihat jendela berhasil. Selain itu, tulisan “Install MS Word Plugin” akan berubah menjadi “Uninstall MS Word Plugin”.
    Pada Microsoft Word, dibagian references, akan terlihat menu “Mendeley Cite-O-Matic”.
  3. Siapkan Tulisan Anda dan Bagian yang Ingin Direferensi
  4. Referensi Artikel Pada Mendeley Desktop ke Microsoft Word
    Arahkan cursor mouse Anda ke bagian penulisan yang telah dipilih pada Microsoft Word. Lalu, klik tombol “references” pada menu.

    Klik tombol “Insert Citation” dan cari nama artikel yang ingin direferensi. Jika data yang ditampilkan sudah benar, klik “OK
    Referensi akan secara otomatis muncul berdasarkan dengan “Style” referensi yang dipilih.Lakukan hal tersebut untuk kedua atau lebih artikel lain-nya yang Anda ingin referensi.
  5. Memasukan Daftar Pustaka Secara Otomatis dengan Mendeley Desktop
    Arahkan cursor mouse ke tempat Anda ingin menaruh daftar pustaka. Lalu klik “Insert Bibliography”. Setelah itu, Daftar Pustaka akan terbuat secara otomatis oleh Mendeley Desktop.

Pelajaran Tambahan:
Pada contoh ini, style yang dipilih adalah “American Psychological Association 6th edition”. Untuk mengubah style tersebut menjadi IEEE atau lain-nya, silahkan baca artikel saya yang berjudul: “Mengubah Style Referensi dari APA ke IEEE atau Lainnya Pada Mendeley Desktop
Mendeley Series
  1. Mengunduh Data Referensi dengan Mudah pada Google Scholar untuk Digunakan pada Manajemen Referensi
    http://socs.binus.ac.id/2017/03/27/mendeleyseries1/
  2. Mengatur Daftar Referensi dengan Mudah Menggunakan Aplikasi Mendeley
    http://socs.binus.ac.id/2017/03/27/mendeleyseries2/
  3. Menyisipkan File PDF atau Word pada Mendeley Desktop
    http://socs.binus.ac.id/2017/03/27/mendeleyseries3/
  4. Membuat Daftar Pustaka dengan Mudah Menggunakan Aplikasi Mendeley
    http://socs.binus.ac.id/2017/03/27/mendeleyseries4/
  5. Mengubah Style Referensidari APA ke IEEE atau Lainnya pada Mendeley Desktop
    http://socs.binus.ac.id/2017/03/27/mendeleyseries5/